Sebuah Penilaian

angka“Mana yang lebih Anda sayangi? Mana yang lebih Anda cintai? Mana yang akan Anda rawat dengan sepenuh cinta? Antara baju yang Anda beli sendiri ataukah baju yang dibelikan kekasih Anda?” Seorang profesor memulai kelas kuliah pagi ini dengan pertanyaan. Kuliah hening sesaat. “Baju yang dibelikan kekasih prof”. Seorang mahasiswa menjawab yakin. “Ya begitulah kita. Kita akan lebih menyayangi baju pemberian kekasih. Kita menjaganya. Merawatnya. Karena kita menganggap baju pemberian kekasih nilainya lebih tinggi dibanding baju yang kita beli sendiri. Itulah gunanya belajar penilaian. Supaya kita bisa menilai sesuatu dengan benar. Karena penilaian kita terhadap sesuatu akan mempengaruhi sikap kita kepadanya.” Panjang lebar penuh semangat profesor itu memberikan pengantar kuliah Penilaian Ekosistem Hutan. Seluruh mahasiswa takzim mendengarkan.

Benar. Ya benar sekali. Penilaian kita terhadap sesuatu akan mempengaruhi sikap kita kepadanya. Saat kita menilai baju pemberian kekasih lebih bernilai. Lebih penting. Maka kita memperlakukan baju tersebut sebaik mungkin. Saat kita menilai sholat itu lebih penting dari segala-galanya. Maka kita tidak akan meninggalkan sholat apapun yang terjadi. Saat  kita menilai kejujuran itu lebih berharga dibandingkan apapun maka kita akan selalu berlaku jujur. Tetap jujur meskipun dibayar trilyunan rupiah. Karena kita menilai kejujuran lebih bernilai dibanding uang trilyunan rupiah. Kita akan rajin sholat malam kalau kita menilai sholat malam lebih tinggi nilainya dibandingkan tidur. Kita akan berbuat lebih terhadap sesuatu yang kita nilai lebih.

Benar. Ya benar sekali. Semua menjadi kacau. Tidak karauan. Saat penilaian kita salah. Saat kita menilai sesuatu yang seharusnya bernilai rendah malah kita nilai tinggi. Yang seharusnya tinggi malah dinilai rendah. Menjadi kacau. Saat kita menilai rupiah lebih tinggi nilainya dibanding kejujuran. Kita akan berbohong demi mendapatkan rupiah. Saat kita menilai tidur lebih bernilai daripada sholat malam maka kita akan memilih tidur. Benar-benar kacau. Saat penilaian kita salah.

Belajar. Berfikir. Sehingga bisa menilai sesuatu dengan benar. Supaya hidup ini benar…

Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu [QS.19:76]. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti [QS.3:198]. Dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui [QS.2:103]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa [QS.6:32].

Bogor, 13 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s