Begitulah Cinta

Lanskap 2Bandung, 1 Januari 2013. Saya rasa benar juga kata orang. Cinta itu seperti angin membadai. Kita tak melihatnya. Tapi merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau cinta itu seperti api yang menyala-nyala. Kita tak kuat melawannya. Hanya bisa menari saat ia mengunggun.

Atau juga seperti banjir menderas, kita tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Cinta itu menyimpan kekuatan besar. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.  Cinta mewakili beragam perasaan. Muara bagi ribuan makna. Sulit terdefinisi. Meskipun cinta telah diperbincangkan manusia sepanjang sejarah masa.

Di mata orang bijak langit dan bumi melangkah bersama laksana sepasang kekasih. Kata Rumi “Langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan. Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit. Jika bumi kekurangan panas maka langit mengirimkan panas kepadanya. Jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya”. Begitulah cinta. “Cinta adalah memberi”, kata Erich Fromm. Memberi dan memberi. Karena dengan melihat orang yang dicintai bahagia, tumbuh dan berkembang secara fisik, psikis dan spiritual, maka seorang pecinta turut bahagia. Maka saat kita memutuskan mencintai seseorang, berarti kita memutuskan untuk memberinya. Memberi perhatian dan apa saja yang diperlukan oleh orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih dan berbahagia karenanya.

Memberi dan memberi. Itulah pekerjaan orang yang mencintai. Saya jadi ingat saat perang Uhud perkecamuk, Abu Thalhah mencoba memberikan perlindungan terbaiknya kepada orang yang dikasihinya. “Ya Nabiyullah, demi bapak dan ibuku, aku akan melindungimu. Biarkanlah anak panah itu menusuk tubuhku…” . Ya begitulah cinta. Memberi dan memberi. Maka tidak aneh apabila seorang ibu rela berkorban untuk anaknya. Memberikan sesuatu yang dicintai kepada anaknya meskipun dia sendiri membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s