Cinta Sepanjang Masa

Sejarah mengabadikan. Cinta sepanjang masa. Dia terus dikenang meskipun telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak mengikis rasa cinta kepadanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya. Aisyah pun cemburu padanya, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi SAW seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi SAW selalu menyebut-nyebutnya.” [HR. Bukhari]

Dialah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai. Wanita yang pertama kali dinikahi oleh Rasulullah SAW. Dan beliau tidak menikah dengan wanita lain sehingga Khadijah meninggal dunia. Dialah salah satu nikmat yang Allah anugerahkan pada Rasulullah. Dia mendampingi beliau selama seperempat abad, menyayangi beliau di kala resah, melindungi beliau pada saat-saat yang kritis, menolong beliau dalam menyebarkan risalah, mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat, juga rela menyerahkan diri dan hartanya pada beliau.

Khadijah wanita terbaik sepanjang masa. Selalu memberi semangat dan keleluasaan pada Rasulullah  untuk mencari kebenaran. Ia sendiri menyiapkan bekal untuk Rasulullah saat beliau menyendiri dan beribadah di gua Hira’. Seorang pun tidak akan lupa perkataannya yang masyhur yang menjadikan Nabi merasakan tenang setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali yang pertama, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” [HR. Muttafaqun ‘alaih] (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Suatu kali ‘Aisyah RA berkata pada Rasulullah setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?!” Maka beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Khadijah itu begini dan begini.” [HR. Bukhari]

Dalam riwayat Ahmad pada Musnad-nya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “begini dan begini” adalah sabda beliau, “Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang mengharamkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezeki berupa anak darinya.”

Nb: ditulis dg sepenuh cinta, smoga kelak diberi seperti Khodijah he🙂

oOo

“Bukan cantiknya yang selalu terbayang. Melainkan ketulusan dan kesetiaannya di kala suka dan duka.”

Medan, 23 Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s