Bukan Mawar Tapi Edelweis

Letih. Sulit. Keraguan mulai menghampiriku. Apakah harus berhenti sampai di sini saja? Haruskah dilanjutkan? Mengertilah keraguanmu hanyalah bisikan lembut setan yang tak menginginkanmu berbuat baik.  Sadarilah sulitnya jalan hanyalah cara Tuhan menguji kesabaran dan kesungguhanmu. Masih ingatkah kamu, kalau ini bukan perjuangan mudah mendapatkan mawar cantik yang bisa dipetik di pekarangan rumah. Tapi Edelweis. Ya perjuangan sulit mendapatkan Edelweis. Bunga eksotis. Bunga abadi. Tetap mekar tanpa layu meskipun telah dipetik. Bunga yang dicari-cari orang. Dijaga ketat para Jagawana.  Bunga putih indah. Mekar di bulan-bulan tertentu saja. Di bulan April sampai Agustus. Hanya tumbuh di puncak-puncak gunung. Sekitar dua ribu meter di atas permukaan laut. Di lereng-lereng bebatuan gunung yang terjal. Apakah kamu akan menyerah hanya karena sulitnya pendakian? Tempuhlah sulitnya pendakian. Suatu saat nanti niscaya rasa letihmu akan terobati oleh keindahan Edelweis.

Terimakasih akalku. Sekarang hati ini kembali menguat. Bismillah, melanjutkan langkah🙂

Medan, 20 Juli 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s