Mampukah Engkau Mencintainya?

Saya mengenalnya. Dari goresan tinta orang-orang yang tulus mencintainya. Ayahnya tiada, yatim sejak dilahirkan. Tak lama kemudian ibunya tiada. Namun ia begitu sempurna. Sulit kata-kata mengungkapkannya. Binar matanya begitu indah. Lebar dan hitam kedua matanya nan berkelopak panjang. Bulu matanya letik menawan. Alisnya melengkung rapi bak bulan sabit dan bersambung.

Rupawan wajahnya. Ibarat potongan rembulan saat purnama menjelang yang mengikis gelapnya malam. “Jika aku melihatnya seakan-akan aku melihat matahari yang sedang terbit”, kata orang yang pernah melihatnya. Yang lain bertutur, ”Apabila dia bergembira, wajahnya bercahaya sehingga terlihat seperti potongan rembulan.” Kata belahan jiwanya, “Jika aku melihat keringat yang ada (menetes) di wajahnya, ia (begitu) bersinar bagai kilat yang melintas”. Pernah suatu ketika ada orang yang melihatnya di suatu malam yang cerah kemudian orang tersebut berkata sambil tertegun, ”Aku memandangnya, kemudian kupandang rembulan, dia memakai baju merah, ternyata dia lebih indah dari rembulan.”

Keringatnya harum semerbak. Demikianlah adanya. Wanginya mengalahkan harumnya wewangian. Orang-orang akan mengetahuinya melewati suatu jalan karena harum tubuhnya yang tersiar. ”Keringatnya lebih harum dari minyak wangi”, kata sahabatnya. ”Aku pernah menggapai tangannya kemudian kuletakkan diwajahku, ternyata tangannya lebih sejuk dari embun dan aromanya lebih wangi dari misik”, lainnya bertutur.

Dialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang disekitarnya begitu mencintainya. Apapun perintahnya, ditaatii. Apapun yang dilakukannya, diikuti. Dari Mujahid katanya. “Pernah kami berpergian bersama lbnu Umar ra. Ketika tiba di suatu tempat. maka ia menggoyang ke kiri dan ke kanan. Ketika aku tanyakan. “Mengapa engkau berbuat demikian?” Ibnu Umar ra. menjawab. “Aku melihat Rasulullah SAW pernah melakukannya seperti itu di sini, maka aku menirunya (Ahmad, Bazzar, At-Targhib, 1/46) Mampukah engkau mencintainya? Mencintainya dengan meneladaninya.

Catatan : Para sahabat yang saya kutip ucapannya di atas yang menceritakan gambaran fisik Rasulullah SAW diantaranya Ali bin Abi Thalib, Ummul Mukminin ‘Aisyah, Ka’ab bin Malik, sahabat Anas, dll.

Medan, 30 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s