Ketika Cinta Harus Memilih

Capek rasanya delapan jam kerja ditambah dua jam macet pulang pergi kantor. Setelah sholat isya’ saya langsung  merebahkan badan. Enak rasanya. Tiba-tiba ada sms masuk. “Askm. Wik mau tanya. Menurutmu apa hukum bekerja d bank konvensional?” Sambil rebahan menahan rasa ngantuk ibu jariku dengan lincah menulis pesan. “Wa’alaykumussalam, setauq hampir seluruh ulama mengharamkannya, itu termasuk tolong menolong dlm kejahatan & ada hadis shohih: Allah telah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, pencatatnya serta kedua saksinya”.Rasa ngantuk sudah tak tertahankan , setelah memastikan pesan terkirim saya pun langsung terlelap.

oOo

Beberapa hari telah berlalu. Tiba-tiba saya penasaran dengan SMS temenku yang bertanya tentang hukum bekerja di bank. Sayapun langsung mengirim SMS mencoba menghilangkan rasa penasaran.

Assalamualaykum, pa kbr bu? Eh mau kerja di bank ya? Kalo belum terlanjur mending cari kerjaan lain ja bu he…

Waalaykumussalam. Alhamdulillah kbr baik. Siapa juga yg mau kerja d bank

Lha terus kenapa tanya-tanya kerja bank?

Hmm…gini ya wik q lagi bingung. Ada tetanggaku yg kerja d bank dia menemui ortuq dan ingin melamarq. Ortuq sih sangat setuju. Tapi q merasa berat menerimanya cz dia kerja d bank konvensional. Gimana menurutmu? Apakah salah klo menolak dg alasan spti itu?

SMS-nya membuatku terdiam. Gumamku, “Waduh ternyata masalahnya begitu pelik. Kalo tau gini dulu gak usah ku jawab, ku suruh ja tanya ke orang lain. Bisa jadi aku disalahkan, menjadi sumber masalah di keluarganya gara-gara mengharamkan kerja di bank. Tapi apa boleh buat itulah ilmu yang ku tahu. Masak harus kusembunyikan kebenaran. Harus bagaimana ini?” Saya pun terus berfikir keras. Akhirnya saya membalas SMS-nya.

Gini ja bu, dlm pernikahan seorg wanita berhak mengajukan syarat. Bilang ja q mau dinikahi dg syarat dia pindah kerja dr bank konvensional

Iya ya, tapi klo dia g mau pindah kerja?

Ya berarti g jdi nikah, insyaallah ada ganti yg lebih baik. Saranq tanyakan ja masalah ini k ustadz/org yg lebih pinter agama q takut salah. Ternyata masalahnya bgitu rumit he…

Makasih wik

Yuupz

oOo

Satu bulan sudah. Saya mendapat kabar ternyata dia tidak jadi menikah dengan pegawai bank itu. Saya benar-benar salut. Dia bisa melalui ujian cinta sesulit itu. Padahal posisinya benar-benar sulit, karena:

  1. Dia wanita yang sedang menunggu  jodohnya mengingat usianya terus bertambah, tentu adanya laki-laki yang melamar adalah harapannya.
  2. Dia bukan wanita yang berasal dari keluarga kaya raya, tentu dilamar seorang pegawai bank adalah tawaran yang sangat menarik dan menjanjikan masa depan finansial.
  3. Pegawai bank relative memiliki wajah yang rupawan, tentu itu sangat menarik.
  4. Orang tuanya sangat mendukung, tentu dia merasa berat menolak keinginan orang tuanya.

Ketika cinta harus memilih. Antara mencintai Allah dengan segenap aturannya. Ataukah mencintai daya tarik dunia dengan segenap keindahannya. Akhirnya dia memilih mencintai Tuhannya. Imanlah pemenangnya.

Nb: Cerita nyata dg sedikit perubahan.

Medan, 30 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s