Galau yang Dirahmati

Musim Durian sudah mau berakhir tapi musim Galau kapan ya berakhirnya?🙂 Kata galau bersinonim dengan kata bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir, kusut, nanar, pakau, resah, ribut, risau, semak hati, senewen, sesat pusat, terombang-ambing, was-was (www.sinonimkata.com). Jadi kalau saat ini sedang merasakan salah satunya bisa disebut galau. Saya rasa galau itu suatu hal yang wajar, terutama bagi anak muda. Karena anak muda masih penuh dengan ketidakpastian masa depan. Skripsi yang tak tau kapan usai. Pekerjaan yang belum mapan. Karier yang belum jelas. Jodoh yang belum tau orangnya. Bagi yang sudah married, galau buah hati yang tak kunjung datang. Dan galau-galau lainnya. Emm…jadi wajar aja anak muda galau. Kalau orang tua kan sudah tidak memikirkan itu semua. Namun bukan berarti orang tua tidak pernah galau karena orang tua juga punya masalah sendiri. Orang tua kadang juga galau cuma mereka lebih bisa menyembunyikan rasa galaunya.

Galau yang mendatangkan putus asa adalah keburukan. Namun tidak sepenuhnya galau itu buruk. Galau yang membuat kita baik adalah kebaikan. Galau yang mendatangkan semangat adalah kebaikan. Galau skripsi yang tak kunjung selesai, ya seharusnya semakin semangat menyelesaikan. Kalau dosennya sulit ditemui yang datangi rumahnya. Kalau dosennya maunya banyak, ya kita berjuang turuti semuanya. Galau pekerjaan kurang nyaman, tak perlu keluh kesah segera bertindak mencari pekerjaan yang lebih baik. Galau karier yang mandeg, ya segera berupaya mencari tempat lain yang menjanjikan karier yang baik. Galau jodoh yang belum tau orangnya, ya segera bangkit dan tempuh berbagai cara yang baik supaya cepat tau orangnya. Saat galau datang tak perlu keluh kesah, hadapi dan upayakan yang terbaik untuk merubah keadaan. Galau yang merubah kita menjadi lebih baik, itulah galau yang dirahmati. Dan galau seperti itu diperlukan. Kadang kegalauan adalah cara Tuhan memaksa kita untuk segera mengupayakan yang lebih baik.

Sebenarnya bagi seorang muslim tak perlu terlalu menggalaukan masa depan. Tugas hidup kita hanyalah berupaya semaksimal mungkin mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itu saja cukup. Percayalah masa depan yang baik hanyalah milik orang yang baik. “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik [QS.16:67]”.

Medan, 18 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s