Biarin, FB Buatan Yahudi

“Kok punya akun FB sih? Bukannya itu buatan orang Yahudi? Dan wall pada FB itukan seperti Tembok Ratapan milik orang Yahudi?“. “Biarin he…”, jawabku singkat sambil tersenyum kecil membuat penanya penasaran. Sebenarnya banyak produk orang kafir yang kita gunakan. Bukankah lampu pijar itu juga temuan orang kafir? Bahkan Thomas Alfa Edison penemu lampu pijar konon kabarnya juga keturunan Yahudi yang lahir di Amerika. Saat kita menggunakan lampu pijar untuk menerangi kegelapan kemudian kita bisa belajar atau membaca Al Quran dengannya maka menggunakan lampu pijar untuk hal tersebut dapat pahala. Kalau kita menggunakan lampu pijar untuk menerangi orang-orang yang sedang berjudi maka menggunakan lampu pijar tersebut berdosa. Kalau kita menggunakan lampu pijar untuk hal yang mubah seperti menerangi orang bermain catur maka menggunakan lampu pijar tidak mendatangkan dosa maupun pahala. Jadi hukum facebook pun tergantung pemanfaatannya. Kalau facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka hukumnya menjadi haram. Hal ini sesuai kaedah “al wasa-il laha hukmul maqhosid (hukum sarana sama dengan hukum tujuan)”.

Setahu saya Facebook memang dibuat oleh Mark Zuckerberg keturunan Yahudi yang lahir di New York pada 14 Mei 1984. Ada yang menyebutkan Wall pada Facebook terinspirasi dari “Tembok Ratapan”, yaitu dinding bait suci di Jerusalem yang dibangun oleh Raja Salomon (Sulaiman) dan sebagian hancur ketika Israel diserbu tentara Romawi pada 70 Masehi. Bangsa Yahudi percaya tembok yang tidak ikut hancur karena di tembok itu berdiam Shekhinah/Tuhan. Berdoa di tembok itu sama artinya berdoa kepada Tuhan. Disitu orang-orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Mereka menulis do’a atau harapan-harapan mereka pada sepotong kertas kemudian disisipkan di celah-celah dindingnya. Maka Wall Facebook benar-benar akan menjadi “Tembok Ratapan” seperti milik Yahudi kalau kita meyakini bahwa meratap, mengeluarkan keluh kesah, menuliskan harapan-harapan, dan menghaturkan doa-doa di Wall Facebook lebih didengar oleh Allah. Kalau ada keyakinan seperti itu kita benar-benar terbawa misi orang Yahudi dan terjerumus pada dosa besar.

Sebenarnya akan sangat cantik, “Saat orang-orang Yahudi memberi senjata kepada kita untuk menghancurkan umat islam tapi kita malah menggunakan senjata itu menghancurkan orang Yahudi”. Misi Facebook akan mampu kita gagalkan dan berbalik menyerang Yahudi saat kita bisa menggunakan Facebook untuk menyebarkan agama ini dengan berbagi ilmu, informasi bermanfaat, dan mengajak kebaikan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608). “Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.” (HR. Muslim). Coba bayangkan jika tulisan kita dalam note, status, atau link di facebook dibaca oleh 5, 10 bahkan ratusan orang, lalu mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh.

Kalaulah kita belum bisa menggunakan Facebook untuk mendatangkan pahala, paling tidak kita jauhi menggunakannya untuk hal yang haram. Menjauhi kata-kata kotor, ghibah, namimah, fitnah, ajakan kepada yang buruk, dan hal-hal lainnya yang mendatangkan dosa. Cukuplah orang dikatakan baik saat menghindari hal yang haram.

Medan, 3 Februari 2012

Satu pemikiran pada “Biarin, FB Buatan Yahudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s