Do’a Pencari Cinta

Ya Allah Jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya kepadaMu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Ya Muhaimin jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
Yang hatinya tertaut kepadaMu
Agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta nafsu

Ya Robbana Jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku padanya
agar aku tidak berpaling dari hatiMu

Ya Robbul Izzati jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindukan syahid di jalanMu

Itulah potongan doa Sayyid Qutb, penulis Fidzilalil Qur’an. Saya tidak tahu persis mengapa berdoa seperti itu? Apakah saat itu sedang menanti belahan jiwanya? Ataukah karena alasan lain. Setahu saya Sayyid Qutb, Imam Nawawi, dan Ibnu Taymiyah diantara ulama yang belum sempat menikah semasa hidupnya.

Mungkin saja berharap saat cinta itu datang tidak terjadi perseteruan dua cinta dalam jiwanya. Bisakah Anda membayangkan saat orang yang Anda cintai justru menjadi musuh bagi Anda? “Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagi kamu… [QS.64:14]”. Itu sangat mungkin terjadi. Bisa terjadi pada siapapun. Bahkan pada para Nabi.

Tsunami itu datang. Nabi Nuh dengan segenap cinta dan harapan jiwanya berusaha mempertahan istri dan anak-anaknya. Sayang, uluran tangannya tak mendapat sambutan. Begitu juga Nabi Luth. Istrinya dibinasakan Allah. Atau seperti perempuan shalihah bernama Asia, istri seorang thaghut terbesar sepanjang sejarah, Fir’aun. Ketika cinta harus memilih, ia memilih Tuhannya. Itulah saat-saat dimana kita harus memutuskan pilihan dari dua cinta yang tidak dapat dipertemukan.

Mungkin saja dengan doa itu berharap tidak terjadi perseteruan dua cinta. Berharap dua cinta dapat bertemu. Seperti cinta Muhammad dan Khadijah. Cinta yang kuat dan saling mengkuatkan. Atau seperti Yusuf dan Zulaikha, ketegaran Yusuf menghadapi godaan istri sang raja mengantarkan hidayah ke dalam jiwa Zulaikha. Mungkin seperti cinta Adam dan Hawa. Bapak dan Ibu semua manusia. Wallahualam.

Medan, 15 Ramadhan 1432 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s