Jadilah Pecinta Sejati

Entah kenapa dalam waktu luang ini, saya teringat tentang cinta. Namun yang jelas tidak sedang kasmaran.

Cinta adalah karunia terindah Tuhan. Segala sesuatu yang tercabut dari cinta rusaklah ia. Raja yang tidak cinta rakyatnya. Orang tua yang tidak cinta anaknya. Suami yang tidak cinta istrinya. Karyawan yang tidak cinta pekerjaannya. Semuanya rusak.

Dalam iman yang benar pasti terdapat rasa cinta dan kasih sayang. “Tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling berkasih sayang” (HR. Ath Thabrani). Orang beriman pastilah “pecinta sejati”, karena hakikat cinta adalah memberi dengan tulus ikhlas dan hanyalah orang yang beriman yang bisa bisa melakukan itu.

Pekerjaan pecinta sejati adalah memberi dan memberi, karena hakikat cinta adalah memberi bukan menerima. “Cinta hanyalah memberi”, demikian Kata Erich Fromm penulis buku “The Art of Loving”. Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, tumbuh dan berkembang secara fisik, psikis dan spiritual, maka pecinta sejati turut bahagia. Dalam cinta seorang ibu terhadap anaknya, semangat memberi ini tampak begitu jelas. Adapun menerima hanyalah sekedar efek dari apa yang telah diberikan, karena “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” [QS.55:60]. Oleh karena itu saat pecinta sejati memutuskan untuk mencintai. Ia pun membuat rencana dan bekerja keras untuk bisa memberi.

“kau mau apa pasti kan ku beri
kau minta apa, akan ku turuti
walau harus aku terlelah dan letih
ini demi kamu sayang”.
[Lirik Lagu Wali]

Alangkah indahnya kalau setiap orang pecinta sejati. Pemimpin negeri bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik untuk rakyatnya, bukan malah mengambil paksa uang rakyat dengan korupsi. Suami memberikan yang terbaik untuk istrinya. Ibu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Karyawan berbuat yang terbaik untuk pekerjaannya dan seterusnya.

Apakah Anda pecinta sejati? Perhatikan apa yang telah Anda berikan kepada orang yang Anda cintai dan seberapa tulus Anda dalam memberi. Wallahualam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s