Kualitas Diri dari Cara Tidur

moon2Tidur, setiap hari selalu kita kerjakan. Banyak orang tidak memperhatikan cara dan adab tidur. Padahal cara tidur dapat menunjukan kualitas keimanan seseorang. Orang yang benar imannya sangat memperhatikan cara dan adab tidur. Dia tidak akan tidur sesuka hatinya. Dia akan berusaha untuk tidur sesuai dengan aturan Allah dan Rosul-Nya. Dalam dirinya tertanam kuat keyakinan, meneladani nabi adalah bukti kecintaan kepada Allah. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” [QS.3:31]. Dalam dirinya tertanam kuat keyakinan, terdapat teladan yang baik pada diri Rosulullah. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” [QS 33: 21]. Dalam dirinya tertanam kuat keyakinan, tunduk patuh kepada Allah dalam perkara besar maupun kecil adalah tanda keislaman. Dalam dirinya tersimpan rasa takut yang luar biasa untuk menyalahi perintah Allah. Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” [QS.6: 15]. Walaupun perintah itu sekedar sunnah atau anjuran orang yang benar imannya akan berusaha melaksanakan perintah itu.

Orang yang benar imannya akan berusaha meneladani Rosulullah SAW. Dari Anas bin Robi’ah berkata: “Aku melihat Umar bin Khoththob mencium hajar aswad dan berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu adalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudhorot dan tidak dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rosulullah SAW menciummu maka aku pun tidak menciummu.” [HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tir Midzi dan Abu Dawud]. Dari Mujahid ia berkata: “Kami bersama Ibnu Umar dalam suatu perjalanan, lalu dia melihat suatu tempat dan menghindarinya dia ditanya, ‘Mengapa kamu melakukan itu?’ Dia menjawab: ‘Aku melihat Rosulullah melakukan ini maka aku melakukannya.’ [HR. Ahmad dan Al Bazar]

Kalau cara tidur kita belum bisa meneladani Rosulullah SAW, mungkin iman yang benar masih jauh dari diri kita. Rosulullah SAW mecontohkan cara tidur yang baik:

1. Berwudhu ketika akan tidur
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

2. Berdo’a sebelum tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

3. Miring ke sebelah kanan
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan”.

4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan
“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas
Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)

6. Tidurlah di awal malam
“Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam.” (Mutafaq ’Alaih)
“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))

7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

8. Berdoa ketika bangun tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

9. Mengusap bekas tidur
“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” (HR. Muslim No. 763 (182)

10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur
“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.

Dengan meneladani Rosulullah SAW, tidur bukanlah sekedar mengikuti keinginan nafsu tetapi tidur menjadi bagian dari ibadah yang berbuah pahala. Semoga kita bisa meneladani Rosulullah SAW. Wallahualam.

Kampus IPB, 4 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s