Menilai Diri dari Cara Berdo’a

Do’a merupakan permohonan seorang hamba kepada Rabbnya untuk memperoleh sesuatu yang diharapkan atau sesuatu yang dicita-citakan. Tidak hanya orang beriman yang berdo’a kepada Allah. Orang kafir pun merasa butuh berdo’a kepada Allah. Orang-orang kafir yang berdo’a kepada Allah diceritakan dalam surat Al An Kabut ayat 45. “Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”. Bahkan Iblis sekalipun makhluk yang paling durhaka berdo’a kepada Allah. Iblis memohon kepada Allah dalam surat Al A’roof ayat 14-15. “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Ada dua tipe orang dalam berdoa kepada Allah. Tipe pertama, orang yang berdo’a kepada Allah hanya untuk memohon kebaikan di dunia saja. Orang ini berdoa kepada Allah disaat kesulitan saja. Dalam berdoa hanya memohon untuk sekedar urusan dunia seperti rizki yang banyak, pekerjaan yang mapan, istri yang cantik, suami yang kaya, disembuhkan dari penyakit, anak-anak yang cerdas, perdagangan yang menguntungkan, kemudahan ujian sekolah, dan urusan-urusan dunia lainnya. Tipe kedua, orang yang berdo’a kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhirat. Orang ini selain memohon seperti apa yang diminta oleh orang tipe pertama mereka juga memohon untuk akhirat mereka. Dalam berdoa mereka memohon ampunan dari Allah, memohon diselamatkan dari api neraka, memohon petunjuk, keimanan dan ketakwaan kepada Allah, baru setelah itu mereka berdoa untu urusan dunia mereka. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 200-202.

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [QS. Al Baqoroh: 200-202]

Kalau saat ini doa yang kita panjatkan kepada Allah hanya untuk urusan dunia berarti kita tipe orang yang pertama. Orang ini masih memiliki keraguan akan adanya kehidupan akhirat. Keraguan ini menyebabkan mereka tidak butuh untuk memohon kebaikan di akhirat. Yang diyakini hanyalah kehidupan dunia. Sangat mencintai dunia dan seakan-akan hidup selamanya di dunia. Dalam hidup yang dikejar hanyalah dunia. Doa merupakan cerminan keadaan dan kebutuhan seseorang.

Kalau doa yang sering kita panjatkan kepada Allah adalah permohonan-permohonan untuk kebaikan dunia dan akhirat semoga kita termasuk orang-orang yang beriman. Doa inilah yang dilantunkan para nabi dan orang-orang sholeh. Yaitu orang yang dijanjikan surg seluas langit dan bumi. Wallahualam.

Kampus IPB, 23 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s