Dakwah Berbuah Dosa

Dakwah merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Seruan dakwah adalah seruan yang paling mulia. Seruan dakwah adalah seruan yang paling baik. Tidak ada seruan yang lebih baik dibandingkan seruan dakwah. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” [Qs. Fusshilat: 33]. Tapi bagaimana bisa seruan yang mulia ini enggan berbuah pahala bahkan berbuah dosa?

Bentuk dakwah yang paling disukai hati ini adalah dakwah bil-haal. Yaitu sebuah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata dengan maksud supaya yang didakwahi mencontoh. Kita tinggal menerjemahkan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari dan orang-orang disekitar kita yang memiliki hati nurani secara sukarela akan mencontoh. Dakwah model ini cukup sederhana dan cukup efektif. Dan bahkan kejahiliyahan itu menyebar luas karena kejahiliyahan itu disebarkan dengan contoh nyata bukan sekedar seruan-seruan. Model pakaian yang tidak syar’i, pergaulan bebas, pacaran, minum-minuman keras, perzinaan, korupsi, penipuan dan bentuk kejahiliyahan lainnya hampir semuanya disebarkan dengan contoh nyata bukan sekedar seruan-seruan lisan maupun tulisan. Sekali lagi, umat islam ini tinggal menerjemahkan ajaran islam dalam keseharian seperti mengesakan Allah, jujur, bersih, disiplin, tepat janji, pekerja keras, tanggung jawab dan ajaran islam lainnya, maka umat-umat yang lain akan terpanggil dengan dakwah ini.

Namun dakwah bil-haal saja nampaknya belum cukup. Kita juga harus melakukan dakwah bit-tadwin yaitu dakwah dengan tulisan. Selain itu dakwah bil-lisan yaitu dakwah dengan seruan lisan (dengan ceramah atau komunikasi langsung dengan objek dakwah). Dakwah bit-tadwin dan dakwah bil-lisan adalah beban dakwah yang cukup berat bagi jiwa ini. Berat bukan karena pelaksanaan teknis yang sulit. Tapi terasa berat karena pelaksanaan teknisnya yang mudah namun setelah itu terdapat tanggung jawab yang besar. Bagaimana tidak, berulang kali Allah melalui kitab-Nya dan sabda Rosul-Nya mengingatkan kita akan tanggung jawab yang besar ini.
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”. [QS. Al Baqarah: 44]

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. [QS. As Shaff:3]

Dari Usamah bin Zaid RA bahwa dia mendengar Rosulullah SAW bersabda: “Seorang laki-laki didatangkan pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka, maka usus-ususnya keluar dengan cepat lalu dia berputar-putar pada tambatannya lalu penduduk neraka mengelilinginya. Mereka berkata, ‘Wahai fulan ada apa denganmu? Bukankah kamu dulu beramar ma’ruf nahi mungkar?’ Dia menjawab: ‘Aku beramar ma’ruf kepada kalian sementara aku sendiri tidak melakukannya dan bernahi mungkar kepada kalian sementara aku melakukannya.” [Shohih menurut M. Nashiruddin Al Albani]

Diriwayatkan dari Abu Barzah RA ia berkata, Rosulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia dan melupakan dirinya sendiri adalah seperti lilin yang menerangi orang lain dan membakar dirinya’.” [Shohih Lighoirihi menurut M. Nashiruddin Al Albani]

Rosulullah SAW bersabda: “Pada malam Isra’ aku melewati suatu kaum yang mulut mereka dipotong dengan gunting dari api neraka. Aku bertanya, ‘Siapa mereka wahai Jibril?’ Jibril menjawab: ‘Ahli khutbah di kalangan umatmu yang mengatakan apa yang tidak mereka perbuat’.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Inilah peringatan Allah. Bisa jadi dakwah ini tidak mendatangkan pahala tapi mendatangkan dosa. Na’udzubillah mindzalik.

Asrama Al Hurriyyah, 30 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s