Memilih Pasangan Hidup

“Mas, klo mau nikah pilih akhwat yang bagaimana?”, seorang temen bertanya di sela-sela sarapan pagi. Pertanyaan sederhana namun memaksaku berfikir dipagi itu. “Emm, mau nikah dengan akhwat yang cantik” jawabku. “Cantiknya kaya apa mas?”,dengan penuh penasaran temenku bertanya lagi. “Emm, seperti lagunya Bimbo itu lho…-Aisyah Adinda Kita- he…he….”, jawabku sambil menikmati nasi bungkus warung Berkah.

Hampir seluruh laki-laki normal mencintai wanita cantik. Karena memang keindahan itu disukai jiwa dan diidam-idamkan hati. Panorama alam yang mempesona, ruangan yang tertata rapi, pemandangan kota yang rapi dan bersih terasa nyaman dipandang mata. Itulah kecenderungan jiwa kita, menyukai keindahan. Rosulullah senang jika utusan yang menghadap beliau orang yang wajahnya tampan dan namanya indah. Beliau bersabda: “Jika kalian mengutus seorang utusan kepadaku, maka hendaklah utusan itu tampan wajahnya dan indah namanya.” [HR. Al Bazzar]

Kecantikan itu punya dua sisi, sisi lahir dan sisi batin. Secara ideal wanita yang cantik lahir dan batin adalah yang pantas dijadikan pendamping hidup. Namun tampaknya mencari wanita yang memiliki dua sisi kecantikan ini tidaklah mudah. Kebanyakan wanita hanyalah memiliki satu sisi kecantikan saja, yaitu kecantikan lahir. Kalau tidak percaya saksikan TV, cari di Google, cari di surat kabar, maka kita akan menemukan ribuan wanita yang memiliki kecantikan lahir (rupa dan tubuh yang elok). Sedangkan mencari wanita yang cantik batin (yaitu: bertakwa) adalah pekerjaan yang sulit. Karena “Kebanyakan manusia itu tidak beriman”[QS. 11:17]. Selain itu hanya Allah lah yang tau ketakwaan seseorang. “Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa”[QS.53:32].

Memilih wanita yang cantik lahir batin, itulah idealnya. Tapi jika itu sulit, memilih wanita yang cantik batinnya adalah keputusan yang paling tepat. Kecantikan batin adalah keimanan dan ketakwaan. Kecantikan batin ini mampu menghiasai rupa lahir sekalipun rupa lahir itu tidak begitu indah. Mungkin kita sering menemui orang yang sudah tua tapi dia memiliki sifat-sifat yang terpuji. Namun dia kelihatan orang yang paling bagus rupanya, sekalipun kulitnya hitam dan tubuhnya tidak ideal. Dan kita pun juga sering menjumpai orang yang memiliki ketakwaan itu jika dipandang menenteramkan hati dan memiliki kemulian serta kharisma tersendiri. Selain itu kecantikan lahir itu semakin tua semakin pudar sedangkan kecantikan batin (keimanan dan ketakwaan) itu semakin lama semakin meningkat dan semakin mempesona.

Sebenarnya fitroh manusia menyukai kecantikan batin. Mari kita perhatikan masyarakat di sekitar kita, ketika ada wanita cantik tapi dia adalah seorang pelacur bukankah masyarakat sangat membencinya. Ketika ada orang yang fisiknya cacat dan rupanya tidak begitu elok tapi dia orangnya santun, suka membantu, baik kepada tetangganya, tidak pernah merugikan orang lain, dermawan bukankah dia lebih disenangi bukankah dia lebih di cintai dan bukankah dia lebih dihormati. Inilah fitroh manusia.

Masjid Al Hurriyyah, 2 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s