Catatanku

Mata Nuraniku

Posted by: Empunya Blog on: Juni 25, 2010

Dari balik jeruji cendela kamar. Langit terlihat gelap. Kapan hujan ini berganti pelangi? Angin berhembus kencang. Ranting-ranting patah. Daun-daun berguguran. Burung-burung pun sembunyi di antara tajuk Ficus benjamina. Suhu perlahan menurun. Hawa dingin terasa ditulang-tulang. Perlahan tangan ini bergerak meraba nadi. Kehidupan masih kutemui. Kuraba hati ini. Dimanakah hati nurani ini? Benarkah mata nurani ini telah buta? Sejak setahun lamanya. Nurani ini telah menghitam pekat. Penuh dengan titik-titik dosa. Nafsu menjadi tuhan. Dosa tak lagi ditakuti. Ya Robb, ampunilah aku. Keluarkanlah aku dari kubangan nafsu. Keluarkanlah aku dari kubangan nafsu. Keluarkanlah aku dari kubangan nafsu.

“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [QS. Al Hajj: 46]

Asrama Alhurriyyah, 24 Juni 2010

2 Tanggapan to "Mata Nuraniku"

Salam benar saudaraku mata boleh buta tapi mata hati jangan itu adalah bencana

Mata boleh buta tapi hati janganlah sampai buta…………..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog ini

Blog Stats

  • 10,742 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.