Undangan Alumni SMA MTA Surakarta

Ahad tanggal 8 Maret 2009, insyaallah peresmian Gedung Pengajian Ahad Pagi Majlis Tafsir Al Qura’an (MTA). Setiap orang memaknai ini dengan berbagai macam. Ada yang memaknai dengan penuh kecurigaan. Dan ada juga yang memaknai dengan hati yang bersih serta prasangka baik.
Menghadiri acara ini, bagi kita alumni SMA MTA Surakarta tentu memilki makna tersendiri. Paling tidak ada dua makna. Pertama, rasa syukur kepada Allah SWT. Masih teringat dengan jelas ketika kita ayunkan langkah kaki ini menerobos panas teriknya matahari dan menempuh jarak menuju gedung tua di Kemlayan. Sebuah gedung yang usianya lebih tua dari kita dengan fasilitas sederhana. Namun, dalam tua dan sederhana itu terdapat dosen dan mahasiswanya, Guru dan muridnya, ustadz dan santrinya, majikan dan pembantunya, orang kaya dan orang miskin, tua dan muda, anak-anak dan orang dewasa semuanya duduk bersama untuk mengetahui perintah Allah dan segera mungkin untuk dilaksanakan setelah mengetahuinya. Perasaan sombong untuk duduk bersama pun hilang seiring datangnya keyakinan akan firman Tuhan … Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu...(QS. 49. Al Hujurat:13). Bagi kita yang mengenal nilai historis ini, peresmian Gedung Pengajian Ahad Pagi Majlis Tafsir Al Qura’an (MTA) merupakan bagian nikmat Allah yang harus disyukuri. Di sinilah titik mula aktifitas di gedung tua dan sederhana itu berpindah ke gedung megah yang berdiri kokoh dengan berbagai fasilitasnya.
Kedua, reoni alumni SMA MTA Surakarta. Di acara seperti inilah makna seperti ini kita temukan. Sahabat-sahabat lama yang dengannya kita bersama-sama dalam ketaatan dan kesabaran selama tiga tahun itu akan kita temui. Memang ada ungkapan “segala sesuatu yang baru itu disukai”. Namun, ungkapan ini bukan berarti sebagai alasan untuk melupakan sahabat-sahabat lama. Persahabatan tidak mengenal lama dan baru. Persahabatan adalah persaudaraan. Persaudaraan adalah ikatan aqidah.Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara…(QS. 49 Al Hujurat; 10). Selama aqidah tidak berubah persahabatan itu tetap ada. Ali bin Abi Tholib pernah berkata: “orang yang paling lemah adalah orang yang tidak bisa mencari sahabat, dan orang yang lebih lemah lagi darinya adalah orang yang ditinggalkan sahabatnya”(Najh Al Balaghah).
Mari kita ayunkan langkah kaki ini menuju peresmian itu. Jauhnya jarak dapat ditempuh. Sempitnya waktu dapat dapat diluangkan. Sampai jumpa di kota itu.
April 11, 2009 pada 4:06 pm
bagus!!!
Mei 18, 2009 pada 10:38 pm
Alhamdulillah ala jai niamihi alkatsiroh
September 13, 2009 pada 5:43 am
Wah aku baru tahu web ini… Siapa sih ynag buat ?