Posted by: Empunya Blog on: Februari 24, 2012
Kita perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan kalau kita sedang berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu:
Pertama, saat rasa cinta memuncak. Pada saat cinta yang memuncak sebaiknya kita tidak melakukan pengambilan keputusan-keputusan besar. Tunggulah sampai kita benar-benar bisa mengendalikan rasa cinta dan mampu berfikir logis. Seringkali cinta membuat kita sulit berfikir rasional. Dan keputusan-keputusan yang kita ambil bias. Maka seorang hakim tidak disarankan mengadili seseorang yang bersalah kalau yang bersalah itu anak atau kerabatnya sendiri. Rasa cinta seorang hakim kepada anaknya atau kerabatnya dikhawatirkan membuat hakim tidak bisa memutuskan perkara secara adil. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Empunya Blog on: Februari 22, 2012
Sebuah autokritik. Emm…ada ujian teori gak ya? Itulah pertanyaanku, saat melihat materi ujian praktek yang cukup berat. Saya membayangkan kalau saja ujian kehidupan ini sistemnya seperti ujian anak sekolah. Nilai akhir diperoleh dari penilaian ujian teori dan ujian praktek. Itukan enak, kalau nilai prakteknya jelek bisa terbantu nilai teori. Pasti nilai ujian kehidupanku baik karena cukup banyak teori yang sudah saya pelajari baik lewat pengajian-pengajian maupun baca buku-buku he ![]()
Baca entri selengkapnya »
Posted by: Empunya Blog on: Februari 18, 2012
Musim Durian sudah mau berakhir tapi musim Galau kapan ya berakhirnya?
Kata galau bersinonim dengan kata bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir, kusut, nanar, pakau, resah, ribut, risau, semak hati, senewen, sesat pusat, terombang-ambing, was-was (www.sinonimkata.com). Jadi kalau saat ini sedang merasakan salah satunya bisa disebut galau. Saya rasa galau itu suatu hal yang wajar, terutama bagi anak muda. Karena Baca entri selengkapnya »
Posted by: Empunya Blog on: Februari 13, 2012
Setelah baca blog dan status jejaring sosial temen-temen yang sudah married ternyata banyak yang sedang merindukan buah hatinya lahir dan tumbuh jadi anak yang sholeh. Saya rasa anak sholeh memang menjadi dambaan setiap orang tua. Jadi kepikiran, bagaimana ya caranya memiliki anak-anak yang sholeh? Kalau kita memperhatikan realita sosial disekitar kita dan kembali kepada ajaran agama, kita akan berkesimpulan yang sama bahwa orang tua yang sholeh melahirkan anak-anak yang sholeh namun setiap anak sholeh tidak harus terlahir dari orang tua yang sholeh. Jadi upaya terbesar untuk memiliki anak yang sholeh terlebih dahulu jadilah orang tua yang sholeh. Hal ini berdasarkan: Baca entri selengkapnya »
Posted by: Empunya Blog on: Februari 10, 2012
Saya kaget. Sebenarnya apa yang ingin dibicarakannya denganku? Dia ingin mencurahkan permasalahannya. Siapa tahu masih terdapat secercah harapan. Tentang cintanya yang tidak direstui orangtuanya. Pilihannya tidak disukai orangtuanya. Padahal pilihannya tidaklah salah menurut agama. Orangtuanya tetap menginginkannya menikahi pemuda lain yang katanya lebih mapan. Namun rasa cintanya sudah terlalu dalam. Sulit digantikan dengan yang lain. Apa yang harus dilakukan? Baca entri selengkapnya »
Posted by: Empunya Blog on: Februari 6, 2012
Kisah si Anak Desa
yang saat ini sedang mengejar cita-citanya
I
Sewaktu tingkat pertama
Dia pandangi papan-papan pengumuman
Hanya satu yang diperlukan
IPK tiga komaan
Supaya mudah mencari kerjaan
Di perusahaan mapan
Ruang ber AC lagi nyaman
Gaji di atas tiga jutaan
Disediakan rumah dan kendaraan
Itulah cita-cita kecil si Anak Desa
Yang dijawab Sang Kuasa Baca entri selengkapnya »
Komentar